Jumat, 14 Maret 2014

Iwan Fals - 1910

Cerita sedih selalu datang bertamu di negara yang kaya ini. Baik kaya alamnya, kaya orang , kaya politiknya, kaya koruptornya.
Kehidupan Rakyat kecil bagi Iwan Fals merupakan suatu keadaan yang sangat "menarik" untuk ditampilkan dalam lirik lagunya, sebagai salah satu bukti kepeduliannya terhadap nasib mereka. Dengan demikian, wajar apabila sebagian besar lirik lagu Iwan berbicara tentang nasib rakyat kecil. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa dalam lirik lagunya, rakyat kecil digambarkan sebagai kelompok tertindas, diasingkan, dan selalu menderita. Mereka memiliki cara dan gaya tersendiri untuk menunjukkan kebahagiaan dan usaha dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Satu hal yang menonjol dalam lirik lagu Iwan Fals tentang rakyat kecil dan kepedulian sosial adalah kepekaannya dalam menangkap suatu peristiwa untuk diabadikan dalam sebuah lagu.
Salah satunya adalah tragedi kecelakaan kereta api di daerah Bintaro yang menelan korban ratusan jiwa manusia, diabadikan lewat lirik lagu berjudul '1910'. Ungkapan dalam lirik lagu Iwan Fals dapat menjadi pelajaran dan bahan renungan kepada orang yang kebetulan tidak mengalami peristiwa tersebut. Salah satu yang menarik untuk dibicarakan adalah lirik lagu yang berjudul 1910, dimana lagu tersebut mengisyaratkan betapa mengerikannya tragedi masa silam tersebut.

Iwan Fals - 1910
Apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata… air mata…

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata… air mata…

Berdarahkan tuan yang duduk di belakang meja
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundak

Semudah itukah luka-luka terobati
Nusantara, tangismu terdengar lagi
Nusantara, derita bila terhenti

Bilakah… bilakah…
Sembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata… air mata…

Oooh…
Nusantara langitmu saksi kelabu
Nusantara terdengar lagi tangismu
Ho.. ho… ho…

Nusantara kau simpan kisah kereta
Nusantara kabarkan marah sang duka

Saudaraku pergilah dengan tenang
Sebab luka sudah tak lagi panjang

Peristiwa ini merupakan kecelakaan kereta api di daerah Bintaro, yang menelan korban ratusan jiwa manusia. Kereta tersebut merupakan rangkaian kereta kelas ekonomi sehingga sebagian besar penumpang yang menjadi korban adalah masyarakat yang termasuk golongan menengah ke bawah. Apabila tidak mengamati isi lirik lagunya, angka '1910' yang dijadikan judul akan diartikan sebagai angka tahun. Padalah angka '1910' tersebut mengandung arti tanggal 19, bulan 10 atau bulan Oktober karena peristiwa kecelakaan kereta api yang dituangkan lewat lirik lagu ini terjadi pada tanggal 19 Oktober.
Dalam bait pertama, frase 'hancurkan mimpi bawa kisah air mata', mengandung arti bahwa peristiwa ini mengejutkan semua pihak. Apalagi peristiwa tersebut menelan korban jiwa yang jumlahnya sangat banyak sehingga sampai dikatakan dengan 'tanah Jakarta berwarna merah'.
Pada saat itu, berdasarkan penyelidikan pihak yang berwenang, ternyata kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kesalahan dalam menentukan waktu pemberangkatan. Penuangan tragedi kecelakaan kereta api ini tidak lepas dari pengamatan Iwan Fals untuk menyampaikan kritik dengan mengatakan 'berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja', ' atau cukup hanya ucapkan bela sungkawa', 'aku bosan'.
Secara simbolis Iwan Fals mengatakan bahwa tragedi kecelakaan ini seharusnya menjadi cermin bagi pihak yang berkompeten (perusahaan kereta api) untuk memperbaiki pelayanannya.
Seperti lirik lagu Iwan Fals lain yang mengisahkan tentang rakyat kecil, terlihat adanya usaha untuk menjalin hubungan secara emosional kepada pembaca/pendengar melalui kata 'aku' dan 'saudaraku'. Hal ini dapat memberikan rangsangan sehingga lirik lagu tersebut seolah-olah merupakan suara hati dan jeritan pembaca sendiri dalam merasakan penderitaan akibat peristiwa tersebut. Dengan demikian, lirik lagu ini dapat memberikan suatu peringatan dan pelajaran kepada manusia agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi pada masa-masa yang akan datang. amin.
Sebagian dari tulisan diatas diambil dari buku 'Fals, Nyanyian di Tengah Kegelapan' celoteh 4 halaman 71 - 71 dan 78 - 80.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua elemen perkeretaan, Pemerintah dan kita semua.
Untuk membaca artikel tentang 'Tragedi Bintaro' lebih lengkap, silahkan buka spoiler dibawah ini.

Arti dan Sejarah Lagu BENTO-nya Iwan Fals

Bertahun-tahun seneng mendengarkan lagu-lagunya Iwan Fals, juga Swami, dan Kantata Takwa…. Tapi belum lama baru beberapa bulan yang lalu agak tau arti dan sejarah lagu BENTO-nya Iwan Fals. (hehe… jauh ketinggalan sepur ya…. maklumlah…)
Tentu taunya setelah membuka artikel sebuah blog…
Sedikit saya copas sebagian artikel “Dewa dari Leuwinanggung” :
………………………….
“Pada awalnya Iwan, kalau tidak salah mengusulkan nama Septiktank, tapi saya dan beberapa kawan menolaknya. Lalu kita mengusulkan nama yang kami pilih lewat lotere. Setelah diundi terpilihlah nama Swami, yang kebetulan nama itu usulan saya.” Ini plesetan dari kata “suami” karena mereka semua sudah beristeri.
Rata-rata awak Swami pernah terlibat Sirkus Barock. Baik pemain flute Naniel, pemain gitar bass Nanoe, pemain piano Tatas, apalagi drummer Inisisri yang banyak memberi warna musik Sirkus Barock. Hanya Jockie Suryoprayogo dan Totok Tewel agak baru di Sirkus Barock.
Mereka pun bekerja. Lagu paling spektakular berjudul Bento. Iwan sempat mengajak Ma’mun pergi ke studio tempat mixing dan minta komentar tentang Bento. Ma’mun berkomentar, “Wah, ini kayak virus. Ini cepet nyebarnya.”
“Iki piye Mas? (Ini bagaimana Mas?)” tanya Iwan.
“Apik. Virus kabeh (Bagus. Virus semua).”
Iwan dan kawan-kawan senang. Mereka makan nasi bungkus sembari mengobrol hingga pagi.
Bento diciptakan Iwan dan Naniel. Liriknya tentang seorang pengusaha serakah dan korup. Bisnisnya “menjagal apa saja” asal dia senang dan persetan orang susah.
“Bento” sendiri artinya “goblok” dalam dialek Jawa Timuran.
Ketika mengarang Bento, Iwan sempat memperhatikan seorang pengusaha, yang kaya dan kejam, punya rumah real estate.
Karakter Bento dibuatnya dari pengusaha ini. “Tapi saya nggak perlu sebut (namanya). Saya nggak kenal pribadi, kenal jarak jauh,” katanya pada saya.
namaku Bento, rumah real estate
mobilku banyak, harta melimpah
orang memanggilku bos eksekutif
tokoh papan atas, atas segalanya, asyik

Sawung Jabo membantu aransemen lagu tersebut, “Saya memasukkan unsur tema lead accoustic,” katanya.
Ketika beredar ke pasar, Swami memang ibarat virus. Lagu Bongkar juga jadi salah satu hit. Mula-mula media sempat bertanya-tanya apakah TVRI bersedia menyiarkan Swami. TVRI waktu itu satu-satunya stasiun televisi di Indonesia. TVRI sepenuhnya dikuasai rezim Soeharto. Ternyata tanpa ada keistimewaan, Bongkar muncul pada 13 Maret 1990. Ini mengejutkan banyak wartawan musik.

Selasa, 26 November 2013

LAGU-LAGU IWAN FLAS

 NYANYIAN JIWA
Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri oh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

Menjeritlah
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah
Jika itu dianggap penyelesaian

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri ohoh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

GAMBAR GAMBAR OI





Iwan Fals

Iwan Fals

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Iwan Fals

Times Heroes
LahirVirgiawan Listanto
3 September 1961 (umur 52)
Jakarta Indonesia
PekerjaanPenyanyi
Tahun aktif1979 - sekarang
Situs web
http://staging.iwanfals.co.id/
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta3 September 1961; umur 52 tahun) adalah seorang Penyanyiberaliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil RakyatTante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang IstanaLonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.[rujukan?]